Beranda > Religi > Cinta Siapa Yang Paling Besar (part II)

Cinta Siapa Yang Paling Besar (part II)


Dalam Artikel yang sebelumnya saya membahas “Cinta Siapa Yang Paling Besar”, yaitu Cinta Allah kepada hambanya yang tiada ada tandingannya besar cinta tersebut..

Kenapa Saya menulis judul yang sama pada tulisan kali ini dengan ditambah part II. Mungkin pembaca bertanya apakah ada lagi Cinta yang lebih besar daripada cinta Allah kepada hambanya?..tentu tidak!!

Tetapi ada Cinta yang paling besar tingkatannya setelah cinta Allah kepada hambanya adalah tingkatan Cinta Nabi Besar Muhammad SAW kepada umatnya..

Junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW dengan kebesaran cintanya yang tiada tara selalu mementingkan kepentingan umatnya daripada kepentigan dirinya sendiri. Dimana cacian, hujatan, sampai perlakuan kasar dari kaum yahudi dia terima demi untuk kebahagiaan dan ketentraman umatnya..

Tidak sampai disitu, apakah pembaca tahu ketika Allah SWT bertanya kepada Rasullulah tentang keinginan mukzizat apa yang kau inginkan?..

Tetapi Subhanallah, Nabi besar kita tidak menginginkan mukzizat apa-apa seperti yang dimiliki Nabi-Nabi sebelumnya. yang dia minta hanyalah Syafaat untuk bisa menyelamatkan umatnya di akhir zaman nanti, Rasullulah meminta kepada Allah SWT agar seluruh umatnya bisa untuk masuk ke dalam surga bersamanya..

Disini penulis tidak sanggup untuk menguraikan satu-persatu apa saja contoh-contoh kecintaan Nabi Muhammad SAW kepada umatnya, karena jika saya menguraikan satu-persatu tidak akan ada habisnya..

Disini penulis hanya ingin menumbuhkan rasa cinta kita kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Dialah yang nantinya akan menyelamatkan kita nanti di akhir zaman.

Bahkan sampai ketika mendekati akhir hayatnya, ketika malaikat pencabut nyawa sedang kebingungan dari mana akan mencabut ruh seorang kekasih Allah itu, Nabi SAW jusru berdoa kepada Allah agar janganlah umatku merasakan sakit pada sakratulmaut ini, biarlah hanya aku saja yang merasakannya.

Subhanallah,, Betapa cintanya dan begitu besarnya cinta Nabi Muhammad kepada umatnya, sampai disaat detik-detik akhir kepergiannya dari dunia ini dia masih sempat untuk memikirkan umatnya (kita).

Dimana orang sekelas kita tentu tidak akan terfikirkan orang lain disaat kematian akan menjemput kita, yang mungkin kita fikirkan hanya kapan kita bisa sembuh?..adakah orang yang bisa menyembuhkan kita?..kemana dan kepada siapa sajakah harta warisan kita bagikan?..kemana orang terdekat kita disaat seperti ini?..

Tidak akan ada fikiran kita untuk memikirkan orang lain disaat seperti itu….

Tapi apakah yang dilakukan junjungan kita?..seorang Nabi kekasih Allah yang sudah dijanjikan surga berada di bawah kakinya dan diharamkan surga itu sebelum Nabi muhammad masuk ke dalamnya, masih mau untuk memikirkan nasib kita disaat sakratul mautnya?..

Apakah kita sebagai umatnya sudah mencintainya?..

Bahkan untuk mengetahui silsilah beliau saja kita seakan enggan.

Apakah kalian tidak malu terhadap besarnya cinta beliau kepada kita?..

Adakah setelah membaca artikel singkat ini kalian mempunyai keinginan untuk membalas dan benar-benar mencintainya?…

jawabannya ada pada para pembaca sekalian….

Kategori:Religi
  1. 16 Juni 2010 pukul 21:54

    Salam cinta yang paling besar ya cinta yang sesungguhnya

    • Meidhy Aja
      17 Juni 2010 pukul 12:05

      makasih ya udah berkunjung di blog sederhana ini…

  2. 16 Juni 2010 pukul 21:55

    Cinta sesungguhnya adalah cinta yang Ikhlas

    • Meidhy Aja
      17 Juni 2010 pukul 12:06

      betul bgt mas,,,cinta yang ikhlas jarang ditemukan…
      maksih udah mau berkunjung di blog sederahana ini….

  3. 17 Juni 2010 pukul 00:15

    Semoga cinta kita pada gusti alloh tidak terkalahkan dengan cinta lain-lainnya😀

    • Meidhy Aja
      17 Juni 2010 pukul 12:07

      amien mas…semoga cinta itu abadi…
      maksih udah mau berkunjung…

  4. 17 Juni 2010 pukul 01:05

    betul banget
    nice artikel🙂

    • Meidhy Aja
      17 Juni 2010 pukul 12:09

      makasih mbak edda atas kunjungannya di blog sederhana ini…

  5. hellgalicious
    17 Juni 2010 pukul 03:06

    muhammad emang jadi panutan kita
    udah seharusnya kita mencintai dan mengagumi Rasulullah SAW

    • Meidhy Aja
      17 Juni 2010 pukul 12:11

      betul bgt sob,,,,seharusnya yang kita kagumi itu rasullulah bukan artis yang lagi tenar…he..he..
      makasih ya?..

  6. 17 Juni 2010 pukul 03:21

    Ya, selalu terharu dengan cintanya Rasulullah terhadap kita ummatnya…
    selayaknya kita membalas cinta beliau
    Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada beliau selalu…
    salam

    • Meidhy Aja
      17 Juni 2010 pukul 12:13

      shallu alla nabi…
      makasih ya atas kunjungannya di blog sederhana ini..

  7. 17 Juni 2010 pukul 08:16

    kunjungan balasan..🙂

    bener bgt, cinta rasulullah kepada umatnya ga tertandingi besarnya..

    • Meidhy Aja
      17 Juni 2010 pukul 12:18

      betul bgt tuh mbak fitri..
      sekrang kita tinggal mau tau tidak untuk membalas cintanya atau tidak..
      makasih udah berkunjung balik..

  8. 20 Juni 2010 pukul 08:58

    Kadang malu juga sih kalau mengingat selama ini cinta kita kepada Rasulullah tidak sebesar yang dikira. Karena kita hanya menyebutkannya saja dalam perkataan tapi dalam perbuatan masih jauh. Mudah2an kedepannya kecintaan kita kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW akan semakin besar tidak sebatas pada perkataan saja tapi lebih kepada tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari

    • Meidhy Aja
      20 Juni 2010 pukul 15:58

      betul bgt mas,,,seharusnya kita malu dengan cinta rasulluhlah kepada kita…
      makasih mas..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: